Komunitas yang saling menguatkan. kisah para rasul 4:41-47

Pendahuluan: Jemaat mula-mula lahir dari pelayanan Petrus, ketika pencurahan Roh Kudus. sekita 3.000 orang bertobat dengan berbagai daerah masing-masing namun mereka memahami bahasa yang dipakai Petrus. pada saat mereka bertobat mereka kembali kedaerah masing-masing dan mereka membentuk jemaat mula-mula atau jemaat rumah. ketika  mereka percaya kuasa Kristus dan memberi diri dibabtisitu bukanlah hal yang mudah untuk diatasai atau dihadapi tetapi justru masalah baru datang. tetapi dalam persekutuan kecil itu mereka mampu berdiri kokoh dan menjadi saksi iman ditengah orang-orang yang belum percaya pada Kristus.
isi.
kita belajar dari keteguhan iman para jemaat mula-mula atau persekutuan yang baru menerima Kristus. ketika mereka dikucilkan, dianiaya dan tidak dianggap mereka tetap bertahan.apa yang menjadikan mereka bertahan? berikut inilah cara hidup mereka yang saling membangun dan menguatkan yang mungkin dapat kita pelajari dalam gereja kita maupun dalam persekutuan doa kita.
1.Berpegang pada pengajaran Rasul. diperlukan sebuah komitmen yang teguh untuk bertahan karena mengingat mereka hidup ditengah-tengah orang-orang kafir, dan orang orang yang tidak percaya Kristus. mereka tetap teguh pada ajaran yang mereka telah terima dari rasul Petrus. keyakinan mereka tidak goyah walaupun ada penganiayaan dan pengucilan.
2. Saling terhubung dengan yang lain. terkoneksi dalam rangkain doa-doa mereka,saling mendukung dalam doa, saling memberi penghiburan dalam upaya menguatkan iman.melalui pengalaman setiap hari dengan Yesus mereka saling menguatkan dan tetap ada hubungan atau komunikasi.
3.Saling berbagi. bukan hanya ungkapan atau kata-kata manis untuk menguatkan tapi mereka benar-benar berbagi. kelebihan seseorang menutupi  kekurangan yang lain dalam masalah makan minum.dengan memecahkan roti bersama setiap hari.
4. Tekun beribadah atau hadir dalam persekutuan. walaupun masih kumpulan kecil dan baru tetapi mereka setia untuk berkumpul bersama. tekun berdoa, bersaksi, dan memperhatikan satu sama lain.
5. Dampak dari persekutuan: mereka disukai banyak orang dan setiap hari Tuhan menambahkan jumlah mereka.  Persekutuan harus dapat memberi pengaruh, bagi sesama anggota maupun dalam lingkungan keluarga,jemaat dan masyarakat.
Respon/penerapan/aplikasi
ada begitu banyak persekutuan, komunitas, group, sosialita, baik dalam kehiudpan sehari-hari maupun medsos. tetapi kebanyakan smua komunitas2 itu hanya bersifat sementara dan arahnya hanya kesenangan semata, berfoya-foya dan tidak membagun iman. sehingga ketika salah satu yang lain mengalami kesulitan atau kekurangan mereka tidak terlalu peduli.
bisa jadi satu orang memiliki komunitas yang banyak, tetapi dalam kesulitan tidak ada satupun komunitasnya yang membantu. ada juga yang membentuk persekutuan doa namun hanya ajang pamer dan terdapat kesombongan rohani didalamnya. bukan saling menguatkan namun saling menjatuhkan karena saling membanggakan diri.
belajarlah dari jemaat mula-mula, memberi pengaruh positif, berdiri dengan kuat dan teguh dan menyenangkan Tuhan
Tuhan Memberkati

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iman yang menembus batas status

Jangan Depresi Ada Tuhan 1 Raja-raja 19:1-8

Sederhana tapi wawwwww,,, Lukas 2:8-20