menjaga kekudusan ditengah dunia yang tidak kudus " 2 Timotius 2:22
frasa" jauhilah nafsu orang muda" menimbulkan sebuah pertanyaan, mengapa? ada apa dengan nafsu orang muda? dan apakah nafsu itu?
Nafsu adalah sebuah keinganan atau dorongan hati yang kuat. karena nafsu orang muda adalah gairah yang paling kuat, yang seringkali tidak mempertimbangkan baik dan buruknya tindakan itu sehingga harus dituntaskan apapu caranya, sehingga menimbulkan masalah baik bagi dirinya maupun orang lain. nafsu disini sebenarnya tidak hanya tertuju pada nafsu "seks" tapi nafsu disini mencakup keseluruhan. keseluruhan tindakan yang yang tamak, yang menghambat pertumbuhan iman. Paulus ingin menasehatkan kepada anak rohaninya Timotius yang masih sangat muda agar tidak terpengaruh dengan nafsu dunia. karena ia sedang berhadapan dengan sebuah tugas berat yaitu mengembalakan jemaat yang marak dengan pengajaran sesat. meskipun ia masih muda Paulus memiliki pengharapan besar bagi Timotius sehingga ia harus tekun menasehati supaya ia menjaga kekudusan hidupnya. pesan ini tentu saja bukan hanya ditujukan kepada Timotius tetapi bagi semua orang muda. karena untuk bisa memimpin suatu kumpulan besar, terlebih dahulu kita harus menjadi teladan. bagaimana kita menjadi teladan jika kita tidak dapat menjaga kekudusan? menjaga kekudusan tentu harus hidup berpadanan dengan firman Tuhan, dalam mazmur 119:9 dengan apakah seorang muda mempertahankan kekalukannya bersih? dengan menjaganya sesuai firmanMu.
sederhana sekali bila kita menjaga kekudusan ditengah dunia yang hidup kudus, namun untuk menjaga kekudusan ditengah dunia yang rusak tentu susah. salah satu contoh dalam hal berpacaran,kita hidup dizaman now semua serba wawww,,,, kalau dulu pacaran masih malu-malu, sekarang malu ga pacaran, dulu takut ketauan pacaran sama orangtua sekarang takut ditinggalkan pacar sampai rela meninggalkan segala-galanya. pamer kemesraan didepan publik dan medsos adalah sesuatu yang membanggakan.
bagaimana menjaga kekudusan? dalam teks ini ada dua hal yang perlu dilakukan:
1. jauhilah nafsu orang muda. Jauhilah= menjauh, membuang jauh-jauh, meninggalkan secara tegas. Timotius walaupun sudah menjadi seorang gembala masih ada kemungkinan untuk jatuh bila tidak berpegang pada firman Tuhan. apalagi kita yang belum seberapa. jangan sok kuat, jangan kompromi dengan hal-hal kecil namun berakibat fatal. dalam hal berpacaran, mungkin pegangan tangan adalah hal yang biasa, tetapi dari pegangan tangan bisa ke yang lain-lain. jangan berusaha mengatakan bahwa saya kuat imanya saya bisa bertahan. dalam sebuah buku tentang berpacaran sehat mengatakan" orang yang berpacaran, pertemuan pertama-ke4, masih biasa saja, pertemuan berikutnya pegangan tangan, namun percayalah pertemuan berikutnya pegangan tangan bukan sesuatu yang istimewa lagi, maka salah satu pasangan akan minta yang lain2. maka dalam hal ini seorang harus tegas untuk menolak kompromi dengan dosa dalam berpacaran sebagai bentuk menjaga kekudusan hidup.
2. Kejarlah= mengejar, mengusahakan kualitas hidup, sebagai anak-anak Allah mengejar hal-hal yang membagun iman, pertumbuhan iman seperti keadilan, kesetian, kasih dan damai. mengejar= berlari-lari, berlompa-lomba dengan berapi-api penuh semangat melakukan hal-hal yang dikehendaki Allah. setelah kita menjauhi nafsu orang muda, kita butuh tindakan, aksi untuk mengejar hal lain bukan berdiam. jika kita berdiam kemungkinan kita akan jatuh lagi. tapi kita harus berlari mengejar kekudusan hidup, sesuai pertintah Tuhan. Yusuf ketika digoda oleh istri fotipar, tidak tinggal diam atau kompromi tetapi dengan tegas ia mengatakan tidak. tindakan yang dilakukannya adalah lari walaupun akhirnya ia harus masuk penjara karena difitnah. kita sebagai orang muda ketika kita berkeinginan hidup kudus, maka bukan tidak ada godaan yang datang, justru semakin banyak tawaran, tapi kita dengan tegas harus menolak. wah ga gak zaman nih pacaran sehat,,, kolot dan tidak sesuai dengan zaman, apa kata dunia? kita memang tinggal didunia tetapi kita tidak harus sama dengan dunia ini, seperti ikan yang tinggal dilaut yang asin, namun ikan laut tetap tawar. kita pun tinggal didunia ini namun kita bukan berasal dari dunia, kita adalah anak-anak Allah memiliki kuasa untuk menolak bujukan dunia.
kunci utama untuk hidup kudus terletak pada ketegasan kita menolak dan menjauhkan diri dari dosa. Tuhan memberkati.
Nafsu adalah sebuah keinganan atau dorongan hati yang kuat. karena nafsu orang muda adalah gairah yang paling kuat, yang seringkali tidak mempertimbangkan baik dan buruknya tindakan itu sehingga harus dituntaskan apapu caranya, sehingga menimbulkan masalah baik bagi dirinya maupun orang lain. nafsu disini sebenarnya tidak hanya tertuju pada nafsu "seks" tapi nafsu disini mencakup keseluruhan. keseluruhan tindakan yang yang tamak, yang menghambat pertumbuhan iman. Paulus ingin menasehatkan kepada anak rohaninya Timotius yang masih sangat muda agar tidak terpengaruh dengan nafsu dunia. karena ia sedang berhadapan dengan sebuah tugas berat yaitu mengembalakan jemaat yang marak dengan pengajaran sesat. meskipun ia masih muda Paulus memiliki pengharapan besar bagi Timotius sehingga ia harus tekun menasehati supaya ia menjaga kekudusan hidupnya. pesan ini tentu saja bukan hanya ditujukan kepada Timotius tetapi bagi semua orang muda. karena untuk bisa memimpin suatu kumpulan besar, terlebih dahulu kita harus menjadi teladan. bagaimana kita menjadi teladan jika kita tidak dapat menjaga kekudusan? menjaga kekudusan tentu harus hidup berpadanan dengan firman Tuhan, dalam mazmur 119:9 dengan apakah seorang muda mempertahankan kekalukannya bersih? dengan menjaganya sesuai firmanMu.
sederhana sekali bila kita menjaga kekudusan ditengah dunia yang hidup kudus, namun untuk menjaga kekudusan ditengah dunia yang rusak tentu susah. salah satu contoh dalam hal berpacaran,kita hidup dizaman now semua serba wawww,,,, kalau dulu pacaran masih malu-malu, sekarang malu ga pacaran, dulu takut ketauan pacaran sama orangtua sekarang takut ditinggalkan pacar sampai rela meninggalkan segala-galanya. pamer kemesraan didepan publik dan medsos adalah sesuatu yang membanggakan.
bagaimana menjaga kekudusan? dalam teks ini ada dua hal yang perlu dilakukan:
1. jauhilah nafsu orang muda. Jauhilah= menjauh, membuang jauh-jauh, meninggalkan secara tegas. Timotius walaupun sudah menjadi seorang gembala masih ada kemungkinan untuk jatuh bila tidak berpegang pada firman Tuhan. apalagi kita yang belum seberapa. jangan sok kuat, jangan kompromi dengan hal-hal kecil namun berakibat fatal. dalam hal berpacaran, mungkin pegangan tangan adalah hal yang biasa, tetapi dari pegangan tangan bisa ke yang lain-lain. jangan berusaha mengatakan bahwa saya kuat imanya saya bisa bertahan. dalam sebuah buku tentang berpacaran sehat mengatakan" orang yang berpacaran, pertemuan pertama-ke4, masih biasa saja, pertemuan berikutnya pegangan tangan, namun percayalah pertemuan berikutnya pegangan tangan bukan sesuatu yang istimewa lagi, maka salah satu pasangan akan minta yang lain2. maka dalam hal ini seorang harus tegas untuk menolak kompromi dengan dosa dalam berpacaran sebagai bentuk menjaga kekudusan hidup.
2. Kejarlah= mengejar, mengusahakan kualitas hidup, sebagai anak-anak Allah mengejar hal-hal yang membagun iman, pertumbuhan iman seperti keadilan, kesetian, kasih dan damai. mengejar= berlari-lari, berlompa-lomba dengan berapi-api penuh semangat melakukan hal-hal yang dikehendaki Allah. setelah kita menjauhi nafsu orang muda, kita butuh tindakan, aksi untuk mengejar hal lain bukan berdiam. jika kita berdiam kemungkinan kita akan jatuh lagi. tapi kita harus berlari mengejar kekudusan hidup, sesuai pertintah Tuhan. Yusuf ketika digoda oleh istri fotipar, tidak tinggal diam atau kompromi tetapi dengan tegas ia mengatakan tidak. tindakan yang dilakukannya adalah lari walaupun akhirnya ia harus masuk penjara karena difitnah. kita sebagai orang muda ketika kita berkeinginan hidup kudus, maka bukan tidak ada godaan yang datang, justru semakin banyak tawaran, tapi kita dengan tegas harus menolak. wah ga gak zaman nih pacaran sehat,,, kolot dan tidak sesuai dengan zaman, apa kata dunia? kita memang tinggal didunia tetapi kita tidak harus sama dengan dunia ini, seperti ikan yang tinggal dilaut yang asin, namun ikan laut tetap tawar. kita pun tinggal didunia ini namun kita bukan berasal dari dunia, kita adalah anak-anak Allah memiliki kuasa untuk menolak bujukan dunia.
kunci utama untuk hidup kudus terletak pada ketegasan kita menolak dan menjauhkan diri dari dosa. Tuhan memberkati.
Komentar
Posting Komentar